1. Fitur dan Komponen Utama
Unit ini biasanya dirancang secara transparan agar praktikan dapat melihat profil aliran dan posisi titik pengambilan tekanan.
-
Venturi Tube (Tabung Venturi): Terdiri dari tiga bagian utama:
-
Inlet Cone (Konvergen): Bagian yang mengecil secara bertahap.
-
Throat (Leher): Bagian dengan diameter terkecil di mana kecepatan aliran mencapai maksimal.
-
Outlet Cone (Divergen): Bagian yang melebar kembali secara perlahan untuk memulihkan tekanan statis (meminimalkan kerugian energi).
-
-
Pressure Tappings: Titik pengambilan tekanan yang terletak di bagian inlet (diameter penuh) dan di bagian leher (throat).
-
Manometer (Analog atau Digital): Sepasang tabung ukur atau sensor tekanan diferensial untuk menunjukkan perbedaan tinggi tekan () antara inlet dan throat.
-
Flow Control Valve: Katup untuk mengatur laju aliran air guna mendapatkan variasi data tekanan.
-
Quick-Release Couplings: Konektor cepat untuk memudahkan pemasangan alat ke unit penyuplai air (Hydraulic Bench).
2. Spesifikasi Teknis Umum
3. Aplikasi dan Fenomena yang Dipelajari
Dengan Venturi Set, mahasiswa dapat melakukan eksperimen berikut:
-
Pengukuran Debit (Flow Rate): Menghitung debit aktual secara volumetrik dan membandingkannya dengan debit teoritis berdasarkan perbedaan tekanan.
-
Perhitungan Koefisien Debit (): Menentukan efisiensi alat dengan membagi debit aktual dengan debit teoritis (Nilai Venturi biasanya tinggi, sekitar 0.95 – 0.98).
-
Hukum Bernoulli: Membuktikan secara visual bahwa saat kecepatan naik (di leher), maka tekanan akan turun.
-
Pemulihan Tekanan (Pressure Recovery): Mengamati seberapa besar tekanan yang dapat kembali normal setelah melewati bagian divergen dibandingkan dengan alat ukur lain seperti Orifice Meter.
4. Keunggulan Produk
-
Kehilangan Energi Rendah: Dibandingkan dengan Orifice Meter, desain Venturi yang aerodinamis menyebabkan permanent pressure loss yang jauh lebih kecil.
-
Visualisasi Jernih: Material akrilik bening memungkinkan pengamatan jika terjadi kavitasi (gelembung udara) pada aliran kecepatan tinggi.
-
Kemudahan Kalibrasi: Alat ini sangat stabil dan konsisten, menjadikannya standar ideal untuk kalibrasi alat ukur aliran lainnya di laboratorium.
Tips Laboratorium
Hindari Kavitasi: Jangan mengatur debit terlalu tinggi hingga tekanan di bagian leher (throat) turun di bawah tekanan uap air, karena akan terbentuk gelembung udara (kavitasi) yang membuat pembacaan manometer menjadi tidak stabil dan merusak akurasi data.






Ulasan
Belum ada ulasan.