1. Tipe Pengujian Triaxial
Berdasarkan kondisi drainase (pengaturan katup air pori), terdapat tiga jenis pengujian utama:
-
Unconsolidated Undrained (UU): Pengujian cepat, tanpa konsolidasi dan tanpa drainase. Cocok untuk analisis stabilitas jangka pendek (saat konstruksi baru selesai).
-
Consolidated Undrained (CU): Sampel dikonsolidasikan terlebih dahulu, lalu digeser tanpa drainase. Sering digunakan untuk mengukur tekanan air pori.
-
Consolidated Drained (CD): Sampel dikonsolidasikan dan digeser sangat lambat agar air pori dapat keluar sepenuhnya. Cocok untuk stabilitas jangka panjang.
2. Komponen Utama Alat
Satu set Triaxial terdiri dari sistem mekanik, hidrolik, dan pneumatik yang saling terintegrasi:
-
Triaxial Cell (Chamber): Tabung silinder transparan (akrilik tebal) tempat sampel diletakkan. Sampel dibungkus membran karet (rubber membrane) dan dikelilingi oleh air bertekanan.
-
Loading Frame: Rangka beban elektrik yang memberikan beban aksial (vertikal) pada sampel hingga terjadi keruntuhan.
-
Constant Pressure System: Unit pengatur tekanan (biasanya menggunakan kompresor atau sistem piston) untuk menjaga tekanan air di dalam cell tetap stabil.
-
Pore Water Pressure Measurement: Sensor atau alat ukur untuk memantau tekanan air di dalam pori-pori tanah selama pengujian.
-
Volume Change Gauge: Alat untuk mengukur perubahan volume sampel (terutama pada uji CD).
-
Control Panel: Pusat pengaturan katup (valves) untuk mengatur aliran air masuk dan keluar sampel.
3. Prosedur Kerja Singkat
-
Persiapan: Sampel tanah silinder (biasanya diameter 35 mm atau 50 mm) dibungkus membran karet dan dipasang di dalam cell.
-
Pemberian Tekanan Sel ($\sigma_3$): Cell diisi air dan diberi tekanan tertentu untuk mensimulasikan tekanan tanah dari arah samping.
-
Konsolidasi (Opsional): Katup dibuka jika ingin melakukan uji CU atau CD agar air keluar dan tanah memadat.
-
Pemberian Beban Deviator ($q$): Beban vertikal ditambahkan secara perlahan hingga sampel mengalami keruntuhan.
-
Pencatatan: Tekanan sel, beban vertikal, deformasi, dan tekanan air pori dicatat secara terus-menerus.
4. Keunggulan Triaxial dibandingkan Direct Shear
-
Kontrol Drainase: Operator dapat mengatur apakah air pori boleh keluar atau tidak, memungkinkan simulasi kondisi lapangan yang sangat spesifik.
-
Pengukuran Tekanan Air Pori: Dapat mengukur tekanan air di dalam tanah, yang sangat krusial untuk analisis tegangan efektif.
-
Bidang Runtuh Alami: Tanah akan runtuh pada bidang terlemahnya secara alami, tidak dipaksa pada bidang horizontal seperti pada Direct Shear.






Ulasan
Belum ada ulasan.