1. Komponen Utama Alat (PRD Test Set)
Pengujian ini memerlukan peralatan pemadat khusus yang berbeda dengan Marshall Test, yaitu:
-
Vibratory Hammer: Palu pemadat elektrik yang memberikan getaran kuat untuk memadatkan aspal hingga mencapai titik refusal.
-
Split Mold: Cetakan baja berdiameter 152,4 mm (6 inci) yang dapat dibuka (dibelah) untuk memudahkan pengambilan sampel.
-
Small & Large Tamping Feet: Keping penumbuk logam dengan ukuran berbeda yang dipasang pada ujung vibratory hammer untuk meratakan beban getaran.
-
Base Plate & Frame: Dudukan kokoh untuk memastikan cetakan tetap stabil selama proses penggetaran.
-
Supporting Tools: Termasuk oven laboratorium, timbangan digital, dan alat untuk uji berat jenis (hydrostatic balance).
2. Spesifikasi Teknis Umum
| Fitur | Spesifikasi |
| Diameter Cetakan (Mold) | 152,4 mm (6 inci) |
| Kecepatan Vibrasi | 3.000 hingga 4.200 getaran per menit (VPM) |
| Daya Listrik | 220V AC / 750 – 1000 Watt |
| Material Mold | Baja berlapis anti karat (heavy duty) |
| Waktu Pemadatan | Standar 2 menit per sisi sampel (sesuai BS 598) |
3. Prosedur Pengujian Singkat
-
Pengambilan Sampel: Sampel berupa inti (core) dari jalan yang sudah dihamparkan atau campuran aspal baru yang dimasukkan ke dalam cetakan PRD.
-
Pemanasan: Sampel dipanaskan dalam oven hingga mencapai suhu pemadatan standar (sekitar $140-160^\circ\text{C}$).
-
Pemadatan Refusal: Sampel dipadatkan menggunakan vibratory hammer selama 2 menit pada satu sisi, kemudian dibalik dan dipadatkan lagi selama 2 menit pada sisi lainnya hingga tidak terjadi lagi penurunan volume.
-
Penimbangan: Berat isi sampel setelah pemadatan maksimum ini diukur menggunakan metode penimbangan di udara dan di dalam air.
- Perhitungan: Nilai PRD dihitung dengan rumus:
$$PRD = \frac{\gamma_{lapangan}}{\gamma_{refusal}} \times 100\%$$
4. Kegunaan Hasil Uji
-
Evaluasi Pemadatan: Memastikan bahwa pemadatan di lapangan sudah cukup mendekati kepadatan maksimum agar tidak terjadi pemadatan lanjutan oleh roda kendaraan.
-
Prediksi Kerusakan: Jika nilai PRD terlalu rendah, aspal cenderung akan mengalami alur (rutting) atau gelombang (shoving) saat terpapar suhu tinggi dan beban berat.
-
Standar Mutu: Digunakan sebagai syarat teknis dalam proyek jalan nasional dan jalan tol (sering mengacu pada standar Inggris, BS 598-104).






Ulasan
Belum ada ulasan.