1. Komponen Utama Alat
Satu set pengujian ini cukup sederhana namun memerlukan ketelitian visual yang baik:
-
Graduated Impurities Bottles (Botol Kocok): Botol kaca transparan (biasanya kapasitas 350 ml atau 500 ml) yang memiliki skala volume. Botol ini harus tahan terhadap reaksi kimia basa.
-
Sodium Hydroxide (NaOH): Larutan Natrium Hidroksida konsentrasi 3% yang berfungsi sebagai pereaksi kimia.
-
Color Standard Chart (Standard Color Plate): Kepingan kaca atau bagan warna referensi yang memiliki 5 skala warna (Gardner Color Standard), mulai dari warna bening/kuning muda hingga cokelat tua.
-
Stopper: Penutup botol yang rapat untuk mencegah kebocoran saat proses pengocokan.
2. Prosedur Pengujian Singkat
-
Pengisian Sampel: Masukkan pasir yang akan diuji ke dalam botol hingga batas volume tertentu (sekitar 130 ml).
-
Penambahan Larutan: Tuangkan larutan NaOH 3% ke dalam botol hingga volume total (campuran pasir dan air) mencapai batas tertentu (sekitar 200 ml).
-
Pengocokan: Tutup botol rapat-rapat, lalu kocok dengan kuat hingga udara di dalam pasir keluar dan larutan bercampur sempurna dengan sampel.
-
Pendiaman: Letakkan botol di tempat yang rata dan diamkan selama 24 jam.
-
Perbandingan Warna: Setelah 24 jam, amati warna cairan bening di atas permukaan pasir dan bandingkan dengan Color Standard Chart.
3. Interpretasi Hasil (Standard Color)
Warna cairan menunjukkan tingkat kandungan organiknya:
-
Warna 1 (Kuning Muda): Pasir sangat bersih dari zat organik.
-
Warna 2 (Kuning Jerami): Pasir bersih dan aman digunakan.
-
Warna 3 (Standar): Batas maksimal yang diizinkan. Jika warna sama dengan standar ini, pasir masih bisa digunakan.
-
Warna 4 & 5 (Cokelat/Gelap): Pasir mengandung terlalu banyak zat organik. Pasir ini tidak boleh digunakan kecuali dilakukan uji kekuatan tekan mortar (Mortar Strength Test) untuk memastikan kualitasnya.
4. Spesifikasi Teknis Umum
5. Ukuran
-
Dimensi Box: ± 30 cm x 20 cm x 15 cm.
-
Berat Total: ± 2 kg – 3 kg.






Ulasan
Belum ada ulasan.