,

Manual Laboratory CBR Test Set

Rp15,000,000

perangkat laboratorium yang digunakan untuk menentukan nilai kekuatan (daya dukung) tanah yang telah dipadatkan di laboratorium. Nilai CBR diperoleh dengan membandingkan tekanan yang diperlukan untuk menembus sampel tanah dengan piston standar terhadap tekanan yang diperlukan untuk menembus material standar (batu pecah).

Hasil pengujian ini merupakan parameter utama dalam perencanaan tebal perkerasan jalan (lentur maupun kaku) sesuai standar ASTM D1883 atau AASHTO T193.

1. Komponen Utama Alat

Satu set lengkap Laboratory CBR biasanya terdiri dari komponen beban dan komponen cetakan:

  • Loading Machine (Mechanical Jack): Rangka beban dengan dongkrak mekanis yang dioperasikan secara manual menggunakan engkol putar. Mesin ini memberikan gaya penetrasi dengan kecepatan konstan.

  • Proving Ring: Cincin kalibrasi yang dilengkapi dengan dial indicator untuk mengukur besarnya gaya beban (biasanya kapasitas 6.000 lbs atau 10.000 lbs).

  • Penetration Piston: Piston baja standar dengan luas penampang ().

  • CBR Mold: Silinder baja dengan diameter dalam 6 inci () dan tinggi 7 inci (), dilengkapi dengan base plate dan collar.

  • Surcharge Weights: Beban pemberat berbentuk donat atau belahan (masing-masing 5 lbs atau 2,27 kg) yang diletakkan di atas tanah untuk mensimulasikan beban perkerasan di atasnya.

  • Swell Equipment: Terdiri dari perforated plate (pelat berlubang) dan tripod dial gauge untuk mengukur pengembangan (swelling) sampel tanah saat direndam air.


2. Spesifikasi Teknis (ASTM D1883)

Komponen Spesifikasi Standar
Kapasitas Beban 50 kN (± 10.000 lbs)
Kecepatan Penetrasi 1,27 mm/menit (0,05 inci/menit)
Diameter Piston 49,6 mm (1,95 inci)
Diameter Mold 152,4 mm
Berat Beban Surcharge Minimal 4,54 kg (2 keping)

3. Prosedur Pengujian Singkat

  1. Persiapan: Tanah dipadatkan di dalam CBR Mold (biasanya menggunakan metode Modified atau Standard Proctor).

  2. Perendaman (Soaked CBR): Mold direndam dalam air selama 4 hari (96 jam) untuk kondisi ekstrem, sambil diukur pengembangannya menggunakan tripod dial. (Tahap ini dilewati jika melakukan Unsoaked CBR).

  3. Penetrasi: Mold diletakkan di mesin CBR. Piston ditekan ke dalam tanah dengan kecepatan konstan 1,27 mm per menit.

  4. Pembacaan: Catat beban pada penetrasi 0.025″, 0.050″, 0.075″, 0.100″, 0.125″, 0.150″, 0.200″, 0.250″, 0.300″, 0.400″, dan 0.500″.

  5. Hasil: Nilai CBR biasanya diambil dari rasio beban pada penetrasi 0,1 inci () atau 0,2 inci () terhadap beban standar.


4. Kelebihan & Kekurangan Tipe Manual

  • Kelebihan: Harga lebih ekonomis, perawatan mudah, dan sangat handal untuk penggunaan jangka panjang karena mekanismenya sederhana.

  • Kekurangan: Memerlukan operator yang teliti untuk menjaga kecepatan putaran engkol agar tetap stabil sesuai standar (1,27 mm/menit), yang cukup melelahkan jika sampel banyak.

Berat 200 kg
Dimensi 110 × 70 × 70 cm

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Manual Laboratory CBR Test Set”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top