,

MANUAL COMPRESSIVE STRENGHT OF HYDRAULIC CEMENT MORTAR

Pengujian Manual Compressive Strength of Hydraulic Cement Mortar adalah metode pengujian kekuatan tekan semen menggunakan mesin uji tekan yang dioperasikan secara manual (menggunakan pompa tangan).

Meskipun saat ini banyak tersedia tipe elektrik, model manual tetap menjadi standar di banyak laboratorium lapangan atau proyek karena kemudahannya, ketahanannya, dan kemampuannya beroperasi tanpa sumber listrik.

Mesin ini dirancang khusus untuk menguji kubus mortar berukuran 50 x 50 x 50 mm sesuai standar ASTM C109 atau SNI 03-6825. Karena dioperasikan secara manual, mesin ini dilengkapi dengan katup kontrol yang sangat halus untuk menjaga laju kenaikan beban tetap stabil.

1. Komponen Utama

  • Hand-Operated Hydraulic Pump: Tuas pompa manual yang dirancang untuk memberikan tekanan hidrolik secara bertahap ke arah piston.

  • Fine-Control Valve: Katup putar untuk mengatur kecepatan aliran oli, memungkinkan operator menjaga laju pembebanan (pace rate) sesuai standar.

  • Pressure Gauge / Digital Indicator: * Analog: Menggunakan jarum penunjuk beban (biasanya dilengkapi jarum merah pengunci beban puncak).

    • Digital: Menggunakan baterai untuk menampilkan angka beban maksimal yang lebih presisi.

  • Spherical Seated Upper Platen: Piringan tekan atas yang dapat bergerak secara fleksibel untuk mengompensasi permukaan kubus yang tidak sejajar sempurna.1

     

  • Rugged Frame: Rangka baja dua pilar atau empat pilar yang kokoh namun lebih ringan dibandingkan mesin beton besar.

2. Spesifikasi Teknis Umum

Fitur Spesifikasi
Kapasitas Umumnya 100 kN atau 250 kN
Sistem Pompa Manual Hydraulic (Double Acting Pump)
Akurasi $\pm 1\%$ dari beban yang dibaca
Dimensi Platens Diameter 100 mm – 150 mm
Berat Alat ± 45 kg – 75 kg (Portabel)

Tantangan & Prosedur Operasional

Dalam pengujian manual, keahlian operator sangat menentukan validitas data karena standar ASTM C109 mensyaratkan laju pembebanan yang spesifik:

  1. Pemasangan Sampel: Letakkan kubus mortar tepat di tengah plat bawah. Gunakan garis bantu atau centering jig untuk akurasi posisi.

  2. Penutupan Katup: Tutup katup pengatur tekanan hingga rapat.

  3. Pemompaan: Pompa tuas secara perlahan. Saat plat atas mulai menyentuh permukaan kubus, perhatikan indikator beban.

  4. Menjaga Laju (Crucial): Putar katup kontrol sedikit demi sedikit sambil terus memompa untuk menjaga laju beban tetap di angka 900 N/s hingga 1800 N/s.

  5. Kegagalan (Failure): Hentikan pemompaan saat beban turun drastis (sampel pecah). Catat nilai beban puncak yang tertera.


Keunggulan Tipe Manual

  • Independensi Daya: Dapat digunakan di lokasi proyek terpencil tanpa akses listrik.

  • Biaya Maintenance Rendah: Tidak ada komponen elektronik kompleks atau motor listrik yang rentan rusak.

  • Mobilitas Tinggi: Seringkali didesain untuk bisa dibawa ke lapangan (portable) untuk pengujian cepat di lokasi konstruksi.


Tips Laboratorium

Karena pengoperasian manual bergantung pada perasaan tangan operator, disarankan untuk melakukan latihan pemompaan pada sampel sisa untuk membiasakan diri menjaga ritme jarum/angka digital agar tetap stabil. Pembebanan yang terlalu mendadak (hentakan) akan mengakibatkan nilai kuat tekan tampak lebih rendah dari yang sebenarnya.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “MANUAL COMPRESSIVE STRENGHT OF HYDRAULIC CEMENT MORTAR”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top