1. Komponen Utama Alat
Berbeda dengan tipe manual, versi elektrik memiliki integrasi mekanik dan kontrol yang lebih kompleks:
-
Electric Loading Machine (Frame): Rangka baja kokoh yang dilengkapi dengan motor listrik dan sistem gir (gearbox) untuk menggerakkan pelat beban naik secara otomatis.
-
Speed Control System: Rangkaian kontrol yang mengunci kecepatan motor agar piston menekan tanah tepat pada kecepatan standar internasional tanpa fluktuasi.
-
Proving Ring & Dial Gauge: (Pada tipe semi-elektrik) Untuk mengukur beban dan kedalaman penetrasi secara analog.
-
Digital Load Cell & LVDT: (Pada tipe full-digital) Sensor elektronik yang menggantikan proving ring dan dial gauge untuk mengirimkan data langsung ke layar digital atau komputer.
-
CBR Mold & Accessories: Termasuk mold 6 inci, surcharge weights, perforated plate, dan tripod swell (sama dengan komponen pada set manual).
2. Spesifikasi Teknis (Umum)
3. Keunggulan Tipe Elektrik
-
Akurasi Kecepatan: Menghilangkan variabel kesalahan manusia. Pada metode manual, operator sering memutar engkol terlalu cepat atau lambat, yang bisa mengubah nilai CBR secara signifikan.
-
Kemudahan Operasional: Operator cukup menekan tombol “Start” dan fokus mencatat data tanpa harus kelelahan memutar engkol manual selama proses penetrasi (yang bisa memakan waktu 10-15 menit per sampel).
-
Data Logging (Tipe Digital): Banyak unit elektrik modern yang bisa dihubungkan ke PC, sehingga grafik hubungan beban vs penetrasi terbentuk secara otomatis secara real-time.
4. Prosedur Pengujian Singkat
Prosedur penyiapan sampel (pemadatan dan perendaman) sama dengan metode manual. Perbedaan terletak pada tahap uji tekan:
-
Letakkan mold berisi tanah pada loading platten mesin.
-
Atur posisi piston agar menyentuh permukaan tanah dengan beban awal (seating load) yang minimal.
-
Nol-kan (zero) semua dial atau sensor digital.
-
Nyalakan mesin. Piston akan bergerak turun dengan kecepatan standar.
-
Catat beban pada interval waktu/penetrasi yang telah ditentukan hingga mencapai penetrasi 0,5 inci (12,7 mm).
-
Tekan tombol “Reverse” untuk mengembalikan posisi piston ke atas setelah selesai.






Ulasan
Belum ada ulasan.