1. Material Konstruksi
-
Borosilicate Glass (Pyrex/Duran): Standar utama laboratorium. Tahan terhadap perubahan suhu ekstrem (thermal shock) dan bahan kimia korosif.
-
Plastic (Polypropylene): Lebih murah dan tahan pecah, namun tidak bisa dipanaskan di atas api atau hot plate dan tidak tahan terhadap beberapa pelarut organik.
-
Stainless Steel: Digunakan untuk sampel yang sangat panas atau jika ada risiko benturan tinggi yang dapat memecahkan kaca.
2. Fitur Desain
-
Spout (Paruh): Bagian bibir yang menonjol untuk memudahkan penuangan cairan agar tidak menetes ke dinding gelas.
-
Graduation (Skala): Garis penanda volume (biasanya dengan toleransi $\pm 5\%$).
-
Flat Bottom: Dasar yang rata memungkinkan pemanasan yang merata di atas hot plate atau penggunaan magnetic stirrer.
3. Jenis Beaker Berdasarkan Bentuk
| Jenis | Karakteristik | Aplikasi |
| Griffin (Low Form) | Tinggi sekitar 1,4 kali diameternya. | Tipe paling umum untuk penggunaan general. |
| Berzelius (Tall Form) | Lebih ramping dan tinggi (tinggi 2x diameter). | Digunakan untuk proses titrasi atau jika pengadukan dilakukan dengan mesin. |
| Flat Beaker | Sangat pendek dan lebar (seperti piring). | Digunakan untuk kristalisasi atau pemanasan cepat. |
4. Kapasitas yang Umum Tersedia
Beaker glass tersedia dalam berbagai ukuran mulai dari mikro hingga skala industri:
-
Kecil: 10 ml, 25 ml, 50 ml.
-
Sedang: 100 ml, 250 ml, 500 ml (paling sering digunakan di lab sipil).
-
Besar: 1000 ml (1 Liter), 2000 ml, hingga 5000 ml.
5. Tips Perawatan & Penggunaan
-
Pemanasan: Selalu gunakan kawat kasa (wire gauze) jika memanaskan di atas pembakar bunsen untuk menyebarkan panas secara merata.
-
Pembersihan: Bersihkan segera setelah digunakan, terutama jika digunakan untuk larutan kental atau bahan kimia yang mengendap.
-
Keamanan: Jika gelas retak sedikit pun (hairline crack), segera buang. Gelas yang retak sangat berisiko pecah saat dipanaskan.






Ulasan
Belum ada ulasan.