1. Komponen dan Konstruksi
Satu unit saringan terdiri dari dua bagian utama yang disatukan secara presisi:
-
Frame (Bingkai): Bagian pinggir berbentuk lingkaran yang terbuat dari kuningan tebal. Desainnya dibuat agar dapat disusun bertumpuk (stackable) secara rapat untuk mencegah kebocoran material saat digetarkan.
-
Wire Mesh (Kawat Saring): Jaring penapis yang berada di bagian tengah. Untuk lubang besar biasanya menggunakan plat kuningan yang dilubangi, sedangkan untuk lubang halus menggunakan kawat kuningan atau stainless steel yang dianyam sangat presisi.
2. Ukuran Standar (Diameter)
Di laboratorium teknik sipil, terdapat dua ukuran diameter standar yang paling umum digunakan:
-
Diameter 8 inci (203,2 mm): Standar internasional (ASTM) yang paling banyak digunakan karena pas dengan mesin Sieve Shaker standar.
-
Diameter 12 inci (304,8 mm): Digunakan untuk volume sampel yang lebih besar atau agregat kasar guna mencegah penyumbatan.
-
Diameter 4 inci (100 mm): Biasanya digunakan untuk pengujian sampel mineral atau bahan kimia dalam jumlah kecil.
3. Klasifikasi Ukuran Lubang (Mesh Size)
Ukuran lubang saringan dikategorikan menjadi dua standar utama (ASTM E11):
-
Ukuran Kasar (Coarse): Dinyatakan dalam satuan inci atau mm (contoh: 3″, 2″, 1″, 3/4″, 1/2″, 3/8″).
-
Ukuran Halus (Fine): Dinyatakan dalam nomor “Mesh” yang mewakili jumlah lubang per inci linear (contoh: No. 4, No. 10, No. 40, No. 100, hingga No. 200).
| Nomor Saringan | Ukuran Lubang (mm) | Kegunaan Umum |
| No. 4 | 4,75 mm | Pemisah agregat kasar dan halus |
| No. 10 | 2,00 mm | Pasir kasar |
| No. 40 | 0,425 mm | Uji Atterberg Limits (Tanah) |
| No. 200 | 0,075 mm | Penentuan kadar lumpur/lempung |
4. Aksesoris Pelengkap
Untuk melakukan pengujian, saringan kuningan biasanya dilengkapi dengan:
-
Pan (Talam Bawah): Wadah tanpa lubang di bagian paling bawah untuk menampung material paling halus yang lolos saringan terakhir.
-
Cover (Tutup): Penutup di bagian paling atas agar debu tidak keluar saat proses penggetaran.
-
Sieve Brush: Kuas khusus (bulu kuningan atau nilon) untuk membersihkan saringan tanpa merusak anyaman kawat.
5. Perawatan (Maintenance)
-
Pembersihan: Selalu bersihkan saringan setelah digunakan. Untuk saringan halus (No. 100 ke atas), gunakan pembersih ultrasonik (ultrasonic cleaner) jika memungkinkan.
-
Penyimpanan: Simpan di tempat kering. Kuningan dapat mengalami oksidasi (berubah warna menjadi gelap) jika terkena kelembapan tinggi, namun ini biasanya tidak memengaruhi akurasi lubang selama tidak berkarat hijau (verdigris).
-
Kalibrasi: Periksa secara berkala apakah ada kawat yang kendor atau lubang yang membesar akibat pemakaian kasar.






Ulasan
Belum ada ulasan.