,

BENDS AND FITTING FRICTION

alat laboratorium mekanika fluida yang digunakan dalam teknik sipil dan mesin untuk mengukur kerugian tekanan (head loss) yang terjadi akibat hambatan aliran saat air melewati berbagai jenis sambungan pipa (fittings).

Dalam sistem perpipaan, gesekan tidak hanya terjadi pada pipa lurus, tetapi juga pada belokan (bends), pengecilan/pembesaran pipa, dan katup (valves). Alat ini membantu teknisi menghitung koefisien kerugian ($K$) yang sangat krusial dalam desain sistem distribusi air dan drainase gedung.

1. Fitur dan Komponen Utama

Alat ini biasanya dirancang dalam bentuk panel vertikal yang dilengkapi dengan sirkuit pipa yang kompleks namun terorganisir.

  • Aneka Ragam Sambungan (Fittings): Terdiri dari berbagai komponen uji seperti:

    • Bends: Siku 90° (Radius besar dan tajam/Mitre).

    • Elbows: Siku standar 45° dan 90°.

    • Expansions & Contractions: Perubahan diameter pipa secara mendadak (besar ke kecil dan sebaliknya).

    • Valves: Berbagai jenis katup seperti Gate Valve, Globe Valve, atau Ball Valve.

  • Sistem Manometer: Barisan tabung kaca transparan (Manometer) atau sensor tekanan digital untuk mengukur perbedaan tekanan (differential pressure) sebelum dan sesudah melewati komponen uji.

  • Piezometer Tubes: Terhubung ke titik-titik pengambilan tekanan (tapping points) di sepanjang sirkuit pipa.

  • Flow Meter: Alat ukur debit air (seperti rotameter atau venturi meter) untuk mengetahui kecepatan aliran yang sedang diuji.


2. Spesifikasi Teknis Umum

Fitur Deskripsi Standar
Material Pipa PVC bening atau Stainless Steel (agar aliran terlihat)
Metode Pengukuran Manometer Air atau Manometer Merkuri (atau Sensor Digital)
Jumlah Titik Ukur 10 hingga 20 Pressure Tappings
Katup Kontrol Hand-operated needle valve untuk pengaturan debit halus
Kapasitas Pompa Biasanya disuplai oleh Hydraulic Bench standar

3. Aplikasi dan Tujuan Pengujian

Alat ini sangat penting untuk pendidikan dan riset teknik sipil guna memahami:

  1. Hukum Bernoulli: Verifikasi perubahan tekanan saat terjadi perubahan kecepatan atau elevasi.

  2. Penentuan Nilai K: Menghitung koefisien kerugian untuk setiap jenis sambungan menggunakan rumus:

     

    $$h_L = K \cdot \frac{v^2}{2g}$$

     

    Di mana $h_L$ adalah kerugian tinggi tekan (head loss), $v$ adalah kecepatan, dan $g$ adalah gravitasi.

  3. Perbandingan Efisiensi: Membandingkan kehilangan energi antara belokan yang halus (long radius bend) dengan belokan tajam (elbow).


4. Keunggulan Produk

  • Visualisasi Aliran: Penggunaan pipa transparan memungkinkan mahasiswa melihat turbulensi atau kavitasi yang terjadi pada fitting tertentu.

  • Sistem Modular: Dapat dihubungkan dengan mudah ke Hydraulic Bench universal yang sudah ada di laboratorium.

  • Akurasi Tinggi: Menggunakan selang nilon berkualitas tinggi untuk menghubungkan titik tekan ke manometer guna menghindari kebocoran udara yang dapat mengganggu pembacaan.


Tips Penggunaan

Air Bleeding: Sebelum memulai pengamatan, pastikan semua gelembung udara telah dikeluarkan dari selang manometer. Adanya gelembung udara akan memberikan pembacaan perbedaan tekanan yang salah dan tidak konsisten.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “BENDS AND FITTING FRICTION”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top