,

ELECTRIC COMPRESSIVE STRENGTH OF HYDRAULIC CEMENT MORTAR

Pengujian Electric Compressive Strength of Hydraulic Cement Mortar mengacu pada standar ASTM C109 atau SNI 03-6825.1 Pengujian ini bertujuan untuk menentukan kekuatan tekan semen hidrolis menggunakan sampel mortar (campuran semen dan pasir standar) berukuran kubus 50 x 50 x 50 mm.

Penggunaan mesin elektrik memastikan kecepatan pembebanan yang stabil dan akurat sesuai regulasi, yang sangat sulit dicapai dengan pompa manual.

Mesin ini dirancang khusus untuk spesimen kecil dengan tingkat presisi beban yang tinggi. Karena kuat tekan mortar jauh lebih rendah daripada beton struktural, mesin ini biasanya memiliki kapasitas antara 100 kN hingga 250 kN dengan sensor yang sangat sensitif.

1. Komponen Utama

  • Electric Hydraulic Pump: Pompa otomatis yang mengalirkan oli ke piston tanpa denyutan, menjamin beban naik secara halus.

  • Dual Channel Digital Indicator: Menampilkan beban ($kN$) dan tegangan ($MPa$) secara bersamaan.

  • Pace Rate Controller: Fitur kritikal yang mengatur laju kenaikan beban secara otomatis (misalnya $900$ hingga $1800$ $N/s$).

  • Hardened Steel Platens: Piringan tekan yang permukaannya dikeraskan dan digerinda halus untuk mendistribusikan beban secara merata ke seluruh permukaan kubus mortar.

  • Compression Jig (Optional): Alat bantu penahan untuk memastikan kubus $5$ cm berada tepat di tengah piringan tekan.

2. Spesifikasi Teknis Umum

Fitur Deskripsi Standar
Kapasitas Beban Umumnya 100 kN atau 250 kN
Akurasi Kelas 1 (toleransi kesalahan $\pm 1\%$)
Laju Beban Otomatis (sesuai standar ASTM C109)
Tipe Kontrol Digital Mikroprosesor
Ukuran Sampel Kubus $50 \times 50 \times 50$ mm

Prosedur Pengujian (Berdasarkan ASTM C109)

  1. Pembuatan Sampel: Campuran semen, pasir standar (pasir Ottawa), dan air dicetak dalam cetakan kubus logam.

  2. Pemeraman (Curing): Sampel dilepas dari cetakan setelah 24 jam dan direndam dalam air kapur hingga waktu pengujian (3, 7, atau 28 hari).

  3. Pembersihan: Permukaan kubus dibersihkan dari butiran pasir atau sisa air yang menempel.

  4. Pembebanan: Kubus diletakkan di mesin. Beban diberikan pada sisi-sisi kubus yang bersentuhan langsung dengan dinding cetakan saat dicetak (permukaan halus).

  5. Pencatatan: Mesin secara otomatis mencatat beban maksimum saat kubus hancur dan menghitung kuat tekannya.


Pentingnya Mesin Tipe Elektrik (Motorized)

Dalam pengujian mortar, Pace Rate (kecepatan beban) sangat krusial. Jika pembebanan terlalu cepat, hasil kekuatan akan tampak lebih tinggi dari aslinya; jika terlalu lambat, hasil akan lebih rendah.

  • Otomatisasi: Menghilangkan kesalahan manusia (human error) dalam memompa.4

     

  • Konsistensi: Menjamin hasil uji yang seragam meskipun dilakukan oleh operator yang berbeda.

  • Data Logging: Hasil dapat langsung dikirim ke komputer untuk pembuatan laporan grafik beban vs waktu.


Tips Laboratorium

Pastikan mesin dalam kondisi level (datar) dan lakukan pelumasan ringan pada spherical seat (dudukan bola) plat atas agar dapat bergerak bebas menyesuaikan kerataan permukaan kubus mortar.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “ELECTRIC COMPRESSIVE STRENGTH OF HYDRAULIC CEMENT MORTAR”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja
Scroll to Top