1. Komponen Utama Alat
Setiap komponen memiliki fungsi spesifik untuk memastikan konsistensi pengujian sesuai standar:
-
Glass Plate (Pelat Kaca): Berfungsi sebagai alas untuk menggiling sampel tanah. Biasanya terbuat dari kaca buram (frosted) agar air dari sampel tanah terserap sedikit demi sedikit selama proses penggilingan.
-
Reference Rod (Batang Pembanding): Batang baja kecil berdiameter tepat 3,2 mm. Digunakan oleh operator sebagai pembanding visual untuk memastikan diameter gulungan tanah sudah mencapai batas standar.
-
Spatula: Digunakan untuk mencampur tanah dengan air suling hingga mencapai konsistensi pasta yang homogen.
-
Mixing Dish (Cawan Porselen): Wadah untuk mengaduk sampel tanah sebelum mulai digulung di atas kaca.
-
Moisture Cans (Cawan Kadar Air): Wadah aluminium kecil bertutup untuk menyimpan hasil gulungan tanah yang akan ditimbang dan dimasukkan ke dalam oven.
2. Spesifikasi Teknis (ASTM D4318 / AASHTO T90)
3. Prosedur Pengujian Singkat
-
Ambil sampel tanah yang lolos saringan No. 40 (0,425 mm).
-
Campur dengan sedikit air suling hingga menjadi massa yang dapat dibentuk bola.
-
Letakkan massa tanah di atas Glass Plate, lalu giling secara manual dengan telapak tangan hingga membentuk batang tipis.
-
Giling terus hingga diameter batang mencapai 3,2 mm (gunakan Reference Rod sebagai acuan).
-
Jika batang retak tepat saat mencapai diameter tersebut, maka kadar air tanah tersebut adalah Batas Plastis (PL).
-
Ambil bagian tanah yang retak, masukkan ke Moisture Can, dan oven selama 24 jam untuk menentukan kadar airnya.
4. Mengapa Batas Plastis Itu Penting?
Batas Plastis sangat jarang digunakan sendirian. Nilainya digunakan untuk menghitung Plasticity Index (PI):
-
PI Tinggi: Menunjukkan tanah lempung yang sangat kohesif dan memiliki potensi kembang-susut yang tinggi (berbahaya untuk pondasi).
-
PI Rendah: Menunjukkan tanah yang lebih berlanau atau kurang plastis.






Ulasan
Belum ada ulasan.