1. Komponen Utama Alat
Alat ini memiliki desain mekanis sederhana namun sangat presisi:
-
Brass Cup (Mangkok Kuningan): Mangkok berbentuk sferis tempat meletakkan sampel tanah. Mangkok ini memiliki berat dan dimensi yang terstandarisasi.
-
Hard Rubber Base (Landasan Karet Keras):3 Dasar alat yang terbuat dari karet dengan tingkat elastisitas (resiliensi) tertentu. Material dasar ini sangat krusial karena mempengaruhi gaya pantul saat mangkok jatuh.
-
Crank & Cam Mechanism (Engkol & Noken): Tuas manual yang diputar untuk mengangkat mangkok dan menjatuhkannya secara otomatis dari ketinggian tepat 10 mm.
-
Adjustment Screw: Sekrup pengatur untuk mengalibrasi tinggi jatuh mangkok agar tetap konsisten di angka 10 mm.
-
Blow Counter: Alat hitung otomatis yang mencatat berapa kali mangkok dijatuhkan (diketuk) agar praktikan tidak perlu menghitung manual.4
2. Alat Penunjang (Grooving Tools)
Untuk menggunakan alat ini, diperlukan alat pembuat celah (Grooving Tool) yang terdiri dari dua standar utama:
-
ASTM Tool (Flat): Berbentuk seperti sutil datar, digunakan untuk tanah yang lebih berpasir atau kurang kohesif.
-
Casagrande Tool (Curved): Berbentuk lengkung, digunakan untuk tanah lempung yang sangat kohesif.
3. Spesifikasi Teknis
| Bagian | Spesifikasi Standar |
| Material Mangkok | Kuningan (Brass) |
| Berat Mangkok | ± 185 – 215 gram (termasuk engsel) |
| Tinggi Jatuh | Harus dikalibrasi tepat 10 mm |
| Kecepatan Putar | 1,9 hingga 2,1 ketukan per detik |
| Bahan Landasan | Karet keras dengan nilai pantul (rebound) 77% – 90% |
4. Prinsip Kerja Singkat
-
Tanah pasta diletakkan di dalam mangkok kuningan dan diratakan.5
-
Gunakan Grooving Tool untuk membelah tanah di tengah mangkok menjadi dua bagian.6
-
Putar engkol dengan kecepatan konstan (2 ketukan/detik).
-
Hitung jumlah ketukan hingga kedua belahan tanah bersentuhan sepanjang 13 mm (0,5 inci).
-
Ulangi pengujian dengan kadar air berbeda untuk membuat grafik hubungan antara jumlah ketukan dan kadar air. Nilai Liquid Limit (LL) adalah kadar air pada tepat 25 ketukan.
5. Keunggulan Tipe Manual
Meskipun ada versi elektrik, tipe manual masih sangat populer karena:
-
Durabilitas: Tidak memerlukan listrik, cocok untuk laboratorium di area proyek terpencil.
-
Kontrol: Operator dapat merasakan konsistensi putaran secara langsung.
-
Perawatan Mudah: Hanya memerlukan pelumasan pada bagian engkol dan kalibrasi rutin pada tinggi jatuh.






Ulasan
Belum ada ulasan.