Sample Extruder bekerja dengan memberikan tekanan konstan pada alas sampel menggunakan piston (plunger). Alat ini didesain universal sehingga bisa digunakan untuk berbagai ukuran cetakan, mulai dari tabung Shelby hingga cetakan Marshall atau Proctor.
Fitur Utama
-
Mekanisme Presisi: Menggunakan sistem ulir manual atau sistem hidrolik untuk memastikan gerakan dorongan yang halus dan konstan.
-
Desain Universal: Dilengkapi dengan berbagai ukuran pelat pendorong (adaptor plate) yang dapat diganti-ganti sesuai diameter mold (misal: 4 inci atau 6 inci).
-
Konstruksi Kokoh: Rangka terbuat dari baja tebal (heavy-duty steel) untuk menahan tekanan tinggi saat mengeluarkan tanah yang sangat padat.
-
Sistem Penyangga: Memiliki dudukan yang stabil untuk mencegah alat bergeser saat dioperasikan secara manual dengan tuas.
Spesifikasi Teknis (Standar Umum)
| Fitur | Detail Spesifikasi |
| Tipe Penggerak | Manual (Hand-operated) atau Elektrik-Hidrolik |
| Kapasitas Tekan | 1 ton hingga 5 ton (tergantung model) |
| Material | Cast Iron / Solid Steel dengan lapisan Chrome/Cat |
| Diameter Adaptor | 2″, 3″, 4″, dan 6″ (Dapat disesuaikan) |
| Panjang Langkah (Stroke) | ± 20 cm – 60 cm (tergantung panjang tabung) |
Jenis-Jenis Sample Extruder
-
Manual Extruder: Menggunakan tuas putar atau pengungkit. Cocok untuk laboratorium kecil atau pengujian dengan sampel yang tidak terlalu keras.
-
Hydraulic Extruder: Menggunakan pompa hidrolik (seperti dongkrak) untuk memberikan tenaga lebih besar dengan usaha minimal dari operator.
-
Electric Hydraulic Extruder: Menggunakan motor listrik untuk menggerakkan pompa hidrolik. Digunakan pada laboratorium besar dengan volume pengujian tinggi untuk meningkatkan efisiensi.
Komponen Utama
-
Frame (Rangka): Tiang penyangga utama berbentuk U atau kotak.
-
Piston/Plunger: Batang pendorong yang menekan sampel.
-
Adaptor Plate: Pelat bundar yang ukurannya disesuaikan dengan diameter dalam tabung.
-
Handle/Lever: Gagang pengoperasian untuk tipe manual.
-
Base Plate: Tempat meletakkan mold agar posisi sampel tetap tegak lurus saat didorong.
Kegunaan dalam Pengujian
-
Tanah: Mengeluarkan sampel dari Shelby Tube setelah pengeboran lapangan untuk uji Triaxial atau Unconfined Compression.
-
Aspal: Mengeluarkan briket aspal dari Marshall Mold setelah proses pemadatan dengan Automatic Marshall Compactor.
-
Beton: Mengeluarkan sampel silinder beton dari cetakan besi/plastik.
Tips Perawatan: Selalu bersihkan sisa tanah atau aspal pada bagian piston setelah digunakan. Berikan pelumas (grease) secara berkala pada bagian ulir atau sistem hidrolik agar gerakan tetap lancar dan tidak berkarat.






Ulasan
Belum ada ulasan.